Selasa, 15 Maret 2011

Masalah-masalah Budaya Di Sekitar Kita


Kebudayaan adalah budi daya, tingkah laku manusia. Tingkah laku manusia digerakkan oleh akal dan perasaannya. Yang mendasari semua itu adalah perasaan hatinya. Perasaan ini merupakan keyakinan dan penghayatannya terhadap sesuatu yang diangap benar.




Kebudayaan pun diartikan sebagai cara berpikir dan cara merasa, yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan sekelompok manusia, yang membentuk kesatuan sosial dalam suatu ruang dan satu waktu. Cara berpikir dan cara merasa merupakan kebudayaan batiniah, sedangkan manifestasinya dalam bentuk cara berlaku dan cara berbuat adalah kebudayaan lahiriah.




Kebudayaan juga dipandang sebagai tata nilai. Seorang individu dalam masyarakat atau masyarakat itu sendiri berbuat sesuatu, karena sesuatu itu bernilai atau berguna bagi kehidupannya. Barang sebagai hasil perbuatannya itu mengandung nilai. Jadi, tingkah laku dan hasilperbuatannya dallam kebudayaan menuju pada realitas nilai.
Berbicara masalah kebudayaan, tentu sangat dipengaruhi oleh ruangdan waktu. Sebab tata nilai yang muncul dalam sebuah kebudayaan berlaku tidak universal. Tata nilai tersebut akan terbatan oleh ruang, wilayah, dan batas teritorial suatu wilayah. Misalnya, tata nilai budaya yang berlaku di daerah A, belum tentu dapat berlaku di daerah B. Dengan demikian akan lahir beragam bentuk tata nilai yang memperkaya budaya.




Kebudayaan yang membudaya merupakan cerminan dari tingkah laku individu maupun suatu kelompok/ komunitas tertentu yang pastinya memiliki ciri. Sesuatu hal yang membudaya terkadang relativf bergantung dari individu yang menjalaninya.
Namun, seperti halnya dogma. Seseorang yang sering berhadapan dengan suatu budaya, akan sering pula dirinya menyerap kebudayaan tersebut sehingga kebiasaan itu menjadi membudaya pada pikiran, pola sikap, maupun tingkah lakunya akan terpengaruh.




Budaya yang membudaya dapat juga terjadi karena suatu tuntutan. Ketika seorang individu masuk pada komunitas tertentu yang memiliki ciri kebudayaan yang khas. Sekalipun individu tersebut memiliki pemikiran yang relatif, namun dengan seringnya ia berinterkasi dan bersentuhan dengan kebudayaan yang ia masuki, maka kerelatifan tersebut akan segera menghilang karena adanya suatu kewajiban dalam diri individu tersebut untuk menyesuaikan diri dan mengikuti tata caradari kebudayaan yang tengah dimasukinya.
Terkendali ataupun tidak, budaya yang telah diserap sehingga telah membudaya pada diri seseorang akan terbawa sekalipun telah keluar dari komunitas yang budayanya telah ia serap. Hal itu juga dapat ia terapkan pada lingkungan baru yang ditinggalinya selama ia mampu mempertahankan kebiasaanya tersebut. Tetapi kebanyakan budaya yang membudaya pada seorang individu tersebut akan kembali memudar mengikuti budayanya yang baru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar